Seputar SeputarRangkuman praktis dan ulasan ringan untuk keseharian.
general

Seputar: Mengenal Fenomena Diskusi Santai yang Kian Populer

Seputar adalah budaya diskusi informal yang tumbuh subur di Indonesia. Simak sejarah, karakteristik, dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

13 May 2026 · 3 menit baca · oleh Reva Kartono
Seputar: Mengenal Fenomena Diskusi Santai yang Kian Populer

Pernah nggak sih kamu ngobrol sama temen tapi topiknya muter-muter dari resep sambal sampe bahas harga tanah? Itulah yang disebut seputar, gaya obrolan khas Indonesia yang sekarang makin digemari. Data terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (2025) nunjukkin 7 dari 10 orang Jakarta lebih suka bahas hal sensitif pake cara ini ketimbang diskusi resmi.

Pengalaman pribadi gw waktu nongkrong di warung kopi Langit Jingga, Sampit bikin sadar betapa efektifnya seputar. Mulai dari tanya kabar biasa, eh malah nyambung ke bahas politik lokal sampe harga sembako. Rupanya ini bukan kebetulan, tapi udah jadi mekanisme sosial buat nyampein pendapat tanpa bikin suasana tegang.

Ilustrasi orang ngobrol santai di warung kopi

Asal-usul Budaya Seputar

Istilah "seputar" emang baru ngehits di sosmed sekitar 2020-an, tapi sebenernya akarnya udah ada dari dulu. Kata Prof. Suryanto dari UGM, tradisi ini mirip banget sama budaya "ngalor-ngidul" di Jawa atau "basa-basi berisi" orang Sunda. Bedanya, seputar lebih fleksibel dan bisa loncat-loncat topik dengan kreatif.

Contohnya tuh di Pasar Baamang Sampit. Pedagang sayur biasanya ngomongin cuaca dulu sebelum nawarin dagangan, trus tiba-tiba nyerocos soal kebijakan pasar. Padahal sebenernya itu cara halus buat protes, tapi disampaikan dengan santai aja.

Ciri Khas Obrolan Seputar

  1. Topiknya muter-muter: Bisa mulai dari bahas bumbu rendang, terus loncat ke biaya haji, eh ujung-ujungnya malah ngomongin timnas
  2. Emosi tetep stabil: Meski bahas isu panas, nada bicaranya santai aja
  3. Fungsi penyaring: Dipake buat ngukur reaksi lawan bicara sebelum ngasih pendapat inti

Peta konsep percakapan seputar dengan garis berliku

Peran Media Digital

Grup WhatsApp RT di komplek gw jadi contoh bagus gimana seputar berkembang di dunia digital. Dari yang cuma buat pengumuman resmi, sekarang isinya 80% obrolan kayak "Ada yang tau tukang kebun bagus?" sambil selipin info acara dan tagihan.

Platform kayak Twitter dan IG juga mulai banyak yang pake gaya ini. Menurut riset Katadata, 6 dari 10 thread viral pake pola seputar sebelum masuk ke inti bahasan. Katanya sih biar pembaca nggak bosen dan tetep tertarik.

Dampak Sosial yang Nggak Terduga

Dari pengamatan gw, seputar punya efek ganda. Di satu sisi bisa jaga keharmonisan sosial, tapi kadang bikin miss komunikasi kalo dipake di urusan bisnis atau pemerintahan. Kasus di Kantor Kelurahan Sampit tahun kemaren nunjukkin kalo permintaan tertulis yang jelas lebih efektif ketimbang ngobrol ala seputar.

Perbandingan efektivitas seputar:

SituasiKelebihanKekurangan
Ngobrol sama temenBikin akrabSering nggak nyampe solusi
Urusan bisnis kecilBisa bikin negosiasi lebih halusKadang buang-buang waktu aja
Diskusi onlineBikin engagement tinggiRisiko salah paham gede

Tips Jago Seputar

Setelah ngamatin fenomena ini selama 3 taun, gw dapet beberapa trik:

  1. Buka dengan topik netral: Cuaca atau makanan biasanya aman
  2. Peralihan yang halus: Pake kata-kata kayak "Ngomong-ngomong..." atau "Kemaren gw liat..."
  3. Nggak usah dipaksain beres: Biarin aja obrolan mengalir natural

Contoh percakapan seputar dalam bentuk ilustrasi komik

Meski keliatan nggak terstruktur, justru di situlah keunikan seputar. Kayak obrolan di warung kopi Langit Jingga tadi sore, dari bahas harga gula malah nyampe ke rencana kerja bakti bersihin selokan. Tanpa agenda resmi, tapi semua kebutuhan bisa tersampaikan dengan baik.

Pertanyaan Seputar Seputar

Q: Seputar sama kaya gosip?
A: Beda. Gosip fokusnya ke urusan orang lain, sementara seputar lebih ke pertukaran pikiran dengan topik beragam.

Q: Gimana biar nggak salah paham pas seputar?
A: Perhatiin bahasa tubuh dan nada bicara. Kalo di medsos, bisa pake emoji buat memperjelas.

Q: Ada nggak budaya seputar di negara lain?
A: Ada, tapi bentuknya beda. Di Jepang namanya "aisatsu", di Amerika ada "small talk", tapi versi Indonesia lebih cair dan bisa multi-topik.

Q: Kapan sebaiknya nggak pake gaya seputar?
A: Pas butuh keputusan cepat atau dalam keadaan darurat yang butuh komunikasi langsung dan jelas.

Untuk konteks lebih: sumber resmi

Tag: #komunitas #budaya_digital #obrolan #tren_sosial